Van Gaal Ungkap Kelemahan Di Maria dan Falcao

louisvangaal

Pada bursa transfer musim panas lalu, Manchester United mendatangkan enam pemain dengan label bintang, dua di antaranya adalah Angel Di Maria dan Radamel Falcao.

Dua pemain ini telah menjadi pilar penting di skuat mantan klubnya. Di Maria yang berjasa besar dalam mengantarkan Real Madrid meraih gelar kesepuluh Liga Champions , sedangkan Radamel Falcao yang menjadi striker terbaik dari Atletico Madrid.Menurut situs bola user sbobet .

Liga Inggris pun semakin semarak karena kedatangan dua bintang Eropa lainnya. Di Maria didatangkan dengan mahar sebesar 57,9 juta pound dari Real Madrid. Sedangkan Falcao dipinjam dari AS Monaco dengan opsi kontrak permanen jika performanya bagus selama satu musim. Transfer di Maria memecahkan rekor transfer di Inggris.

Keduanya diprediksi bakal menjadi bintang di Liga Premier Inggris. Namun, harapan tidak sesuai kenyataan. Di Maria dan Falcao tidak menunjukkan sinarnya bersama klub berjuluk Setan Merah tersebut. Keduanya hanya memberikan kontribusi yang sedikit.

Falcao hanya mampu mencetak 4 gol dari 26 penampilan di Liga Premier Inggris. Striker Timnas Kolombia itu berhasil mencetak 4 assists dari 18 peluang yang diciptakannya. Sedangkan Di Maria hanya mampu mencetak tiga gol dari lima penampilan awal bersama MU. Setelahnya, pemain Timnas Argentina itu lebih banyak duduk di bangku cadangan.

Manajer MU, Louis van Gaal pun kesal dengan performa keduanya yang tak kunjung membaik. Dia pun memutuskan untuk tidak memberikan kontrak permanen kepada Falcao dan menjual Di Maria ke Paris Saint-Germain pada bursa transfer musim panas ini. Van Gaal pun membeberkan alasannya melepas Falcao dan Di Maria. Menurut ahli susun formasi asal Belanda tersebut, Falcao dan Di Maria bermasalah dengan kehidupannya bersama Wayne Rooney cs.

“Dalam klub seperti Manchester United, Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Seperti yang terjadi dengan Falcao dan Di Maria pada musim lalu,” ucap Van Gaal, seperti diberitakan Squawka.

“Mereka pemain dengan kualitas yang hebat, tidak ada yang meragukannya. Namun, mereka kurang bisa beradaptasi dengan budaya Manchester United,” pria berusia 64 tahun tersebut menutup.