Rekor Ronney di Inggris akan Bertahan Sangat Lama

rooney

Playmaker Manchester United Juan Mata merasa yakin rekan setimnya di Old Trafford yang juga kapten tim nasional Inggris, Wayne Rooney, akan membuat rekor baru sebagai top scorer sepanjang masa bagi The Three Lions. Pemain asal Spanyol ini pun memprediksi, akan sulit bagi pemain lain memecahkan rekor gol tersebut.

Rooney di ambang top scorer sepanjang masa Inggris karena dia hanya memerlukan satu gol lagi untuk mematahkan rekor lama milik Sir Bobby Charlton. Saat ini, pemain berusia 29 tahun tersebut telah mengoleksi total 49 gol, setelah membobol gawang San Marino melalui titik penalti pada laga kualifikasi Piala Eropa 2016, Sabtu (5/9/2015), untuk membawa Inggris menang 6-0 dan memastikan diri maju ke putaran final di Perancis tahun depan.

Mantan penyerang Everton ini ditengarai akan segera mengakhiri penantian tersebut pada Selasa (8/9), ketika Inggris berjumpa Swiss. Menjelang pertandingan tersebut, Mata memberikan dukungan kepada rekannya di Manchester United itu.

“Aku ingin mengucapkan selamat kepada Inggris yang menjadi negara pertama yang lolos ke putaran final Piala Eropa 2016. Mereka memiliki para pemain bagus di semua lini dan aku yakin mereka akan menjadi salah satu rival di Perancis,” tulis Mata pada blog ‘One Hour Behind’.

“Khususnya selamat kepada rekanku Wayne Rooney karena menyamakan rekor gol sepanjang masa Inggris yang ditorehkan Sir Bobby Charlton. Wayne adalah salah satu pemain terbaik yang aku pernah menjadi rekan setim, dan aku yakin dia akan membuat rekor baru yang sulit dipecahkan pada masa mendatang. Rekor tersebut akan bertahan sangat lama.”

“Secara umum, tim nasional di Inggris Raya tampil sangat bagus pada kualifikasi. Wales dan Irlandia Utara memimpin grup, sedangkan Skotlandia berada dalam situasi yang lebih sulit setelah dikalahkan oleh Georgia.”

Sementara itu, Spanyol sukses menaklukkan Slovakia 2-0 pada lanjutan kualifikasi Grup C, yang membuat mereka mengambil alih pimpinan klasemen. Selanjutnya, La Furia Roja menghadapi Macedonia, yang menjadi tim terlemah di grup tersebut karena menelan enam kekalahan dari tujuh laga yang sudah dimainkan.

“Sekarang kami harus mengakhiri pekerjaan melawan Macedonia. Mereka tidak dalam posisi yang bagus di grup, tetapi aku yakin tetap sulit mengalahkan mereka,” ujar Mata.

“Tak mudah menang di Skopje. Kami pun akan tetap memantau pertandingan lain antara Ukraina dan Slovakia, karena skor bisa memberikan dampak yang besar di grup.”