Neymar Tegaskan Tidak Akan Pindah

neymarPemain bintang tim raksasa spanyol Barcelona, Neymar, bersumpah tidak akan pernah memilih Real Madrid jika suatu saat memutuskan meninggalkan skuat asal Catalan.Agen Bola dari neymar ,Neymar senior,  bertindak sebagai agen pemain berpredikat wonderkid berusia 23 tahun tersebut.Dia melakukan konpresi pers untuk menyatakan ketegasan terkait masa depan anaknya.
Pernyataan tersebut, merupakan respons terhadap rumor masa depan Neymar setelah banyak klub raksasa Eropa lain menginginkan jasanya.
Rumor itu terus beredar seiring kasus pajak yang dialami Barcelona.

“Saya bisa pastikan, Neymar tidak akan pernah pindah ke Real Madrid. Dia sudah mengukir sejarah di Barcelona, dan jika harus pergi, anda harus mencoret Madrid sebagai salah satu opsi,” tutur Neymar senior, seperti dilansir Football Espana via Depobola , Kamis (10/12/2015).
Hingga kekinian, prestasi Neymar di Barcelona terbilang gemilang. Ia mampu mencetak total 70 gol dan 35 umpan akhir berbuah gol dari 110 laga yang diikuti.
Statistik itu turut mendongkrak prestasi Barcelona. Bersama rekan-rekannya, Neymar sementara ini sudah merasakan gelar juara La Liga, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, juara Liga Champions, dan Piala Super Eropa.
Bintang Barcelona, Neymar da Silva Santos Junior (23), membuat tato baru di tubuhnya. Ia menggambarkan seorang anak muda yang memiliki banyak impian untuk diwujudkan.Tato tersebut menunjukkan Neymar muda sedang melihat ke arah kota, yang diyakini merupakan kota kelahirannya, Mogi das Cruzes, di mana ia memimpikan rumah, sepak bola, dan trofi Liga Champions.

Antara Messi dan Tevez di Timnas Argentina

messi dan tevez

Lionel Messi dan Carlos Tevez dipanggil masuk ke skuat Argentina untuk Copa America 2015. Keduanya bukan cuma akan berusaha mengantar Tim Tango berjaya melainkan juga menegaskan bahwa bersama-sama keduanya tetap bisa tajam dan mematikan.

Messi dan Tevez merupakan dua pemain depan jempolan. Itu sudah mereka buktikan di kedua klubnya masing-masing, Barcelona dan Juventus. Musim ini saja Messi mengemas 58 gol dan Tevez membuat 27 gol di seluruh kompetisi klubnya.

Akhir pekan lalu mereka juga beradu tajam di Berlin dalam partai final Liga Champions setelah menjadi tulang punggung klubnya dalam usaha mewujudkan treble musim ini–Barca-nya Messi menjadi kubu yang sukses, sedangkan Juve-nya Tevez harus puas dengan gelar dobel.

Sedikit berbeda angkatan, Tevez yang berusia 31 tahun alias empat tahun lebih tua dari Messi, keduanya juga sudah dibanding-bandingkan dengan Diego Maradona. Messi dan Tevez diharapkan akan jadi penerus kejayaan sang legenda hidup sepakbola Argentina.

Maka cukup jadi pertanyaan kenapa sejauh ini keduanya malah belum bisa mempersembahkan prestasi tertinggi saat bahu-membahu di tim Tango. Bahkan keduanya malah melempem ketika sama-sama dipanggil masuk skuat yang sedarinya sangat garang ketika bermain di level klub.

Pada Piala Dunia 2006 dan Copa America setahun setelahnya, Tevez dan Messi ambil bagian dalam skuat Argentina yang juga menyertakan pemain-pemain kelas dunia macam Hernan Crespo, Diego Milito, dan Juan Roman Riquelme.

Di Piala Dunia 2006, saat Argentina kandas di perempatfinal, Messi dan Tevez masing-masing membuat satu gol saja. Setahun berikutnya di Copa America, saat Argentina jadi runner-up, Messi membuat dua gol dan Tevez mencetak satu gol.

Keduanya kemudian juga bahu-membahu di Piala Dunia 2010 dan Copa America 2011. Dinilai sudah semakin matang, inilah peluang buat mereka memperlihatkan aksi. Tetapi Tevez dan Messi relatif gagal melakukannya.

Di Piala Dunia 2010 Tevez mencetak dua gol sedangkan Messi tidak membuat satu gol pun ketika Argentina arahan Maradona tersungkur di perempatfinal. Setahun setelah itu di Copa America keduanya sama-sama gagal bikin gol dengan Argentina cuma bisa melaju sampai delapan besar.

Setelah Alejandro Sabella ditunjuk menangani La Albiceleste pada Juli 2011, Tevez memasuki masa-masa kelam di timnas. Ia tidak kunjung dipanggil lagi sehingga absen di Piala Dunia 2014.

Absennya Tevez justru membuat Messi unjuk ketajaman di timnas. Buktinya, pada satu gelaran Piala Dunia di tahun 2014 saja ia mampu membawa Argentina sampai final dengan mengemas empat gol–jumlah terbanyaknya ketimbang saat Tevez ada di skuat.

Dan ini menjadi pertanyaan tersendiri ketika di Copa America 2015 Tevez dipanggil lagi masuk timnas oleh pelatih Gerardo Martino, dengan Messi tentu saja ada di skuat untuk jadi duet mematikan di lini depan.

Sejauh ini keduanya sudah membantah ada masalah di antara mereka. Menjelang kick off Copa America di Chile, Messi bahkan kembali memberi penegasan. “Saya tidak pernah punya masalah apa-apa dengan Carlitos,” ucap Messi.

Maka kini publik menanti bukti bagaimana aksi ketajaman Messi dan Tevez di lapangan permainan Copa America. Hasilnya bisa saja mematahkan keraguan atau justru sebaliknya menegaskan ketidakserasian kombinasi mereka di skuat Argentina.

Messi, Hampir mustahil untuk dihentikan

Allegrimessi

Juventus terkenal memiliki pertahanan yang solid dan terorganisir dengan pemain – pemain yang mau bekerja keras. Mereka akan menghadapi tantangan terbesar musim ini yaitu Barcelona pada partai pamungkas Liga Champions. Tiga penyerang Amerika Latin yang diisi Lionel Messi, Luis Suarez dan Neymar terbukti sebagai trisula paling produktif di Eropa.

Tentunya hal tersebut juga menjadi perhatian dari Massimiliano Allegri yang menilai mengawal Messi dengan sistem man to man adalah hal yang tidak mungkin. Apalagi dengan dua rekannya di lini depan yang kualitasnya patut diperhitungkan. Continue reading

Menyorot pemain kunci pada Final Liga Champions

messi

Mantan pemain belakang Los Cules, Rafael Marquez melihat Lionel Messi dan Paul Pogba akan menghasilkan perbedaan buat masing-masing tim dalam duel akbar Final Liga Champions di Berlin.

Barcelona adalah favorit kuat tapi ini akan menjadi sebuah kesulitan tersendiri bagi mereka. Saat melihat kedua tim tersebut, akan terlihat sebuah titik referensi dimana Barcelona mempunyai Messi dan Juventus ada Pogba. Juventus adalah sebuah tim yang bermain secara kolektif dan mempunyai kemampuan defensif yang sangat kuat. tapi pertahanan Barcelona juga sudah mulai membaik pada musim ini.
Kemudian ada Pirlo yang akan menjadi ancaman besar melalui situasi set piece. Secara keseluruhan Sepakbola Italia sangat kuat secara taktis. Laga Ini tidak akan berjalan dengan mudah.ibcbet .

Di Final Champion edisi kali ini terdapat 1 tim langganan semifinal dan satu tim underdog yang mampu meraih tempat mereka. Ini sama dengan kedua kiper tapi berlaku sebaliknya, karena Barcelona yang memiliki pemain underdog.

Juventus mempunyai seorang penjawa gawang dengan banyak pengalaman , seorang jawara piala dunia , mempunyai banyak titel , merupakan kapten yang loyal terhadap klubnya. Dan di sisi lain Barcelona memiliki Marc-Andre Ter Stegen, seorang kiper muda pada tahun pertamanya dalam tim besar.

Ter Stegen memainkan peran menentukan di semi-final menghadapi Bayern Munich, ketika ia membuat beberapa penyelamatan bagus di saat satu gol akan sangat mengangkat semangat juang Bayern. Ia telah menyelamatkan Barcelona dari banyak bahaya, dan memberikan banyak kepercayaan diri kepada para pemain belakang. Ia akan menjadi salah satu pemain penting di final ini.

Di depan Ter Stegen, Barca memiliki pasangan solid, sangat kuat di sentral pertahanan dalam diri Gerard Pique dan Javier Mascherano. Berperan sebagai gelandang Mascherano mampu memberikan sebuah hal yang berbeda, tapi tak diragukan lagi dia telah tampil baik di sentral pertahanan terlepas dari posturnya dan fakta bahwa ia bukan pemain yang kuat secara fisik. Ia menggunakan kecerdasannya dengan baik dan menjadi salah satu pemain terpenting Barca dalam beberapa musim terakhir.

Sejak Luis Enrique menjadi Entrenador, Barcelona menjadi tim yang lebih kompak. hal ini bisa dilihat pada Neymar, Suarez dan Messi yang bekerja keras membantu pertahanan tim ketika diserang. Ketiga berusaha membantu tim untuk melakukan pertahanan.

Pertahanan Juve menyokong keseluruhan tim dan para pemainnya tergolong veteran. Kiper dan lini pertahanannya memiliki sangat banyak pengalaman. Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci juga merupakan basis dari tim nasional Italia, dan jika Andrea Barzagli cedera untuk laga final mereka bisa mengatasinya.

Terlepas dari itu, mustahil untuk mendeskripsikan betapa sulitnya mengawal Messi, seperti yang diketahui Jerome Boateng di semi-final. Saat seorang permain bergerak mundur dan ada Messi yang sedang berlari ke arahnya berganti arah setiap waktu… Bisa dikatakan bahwa tidak ada cara untuk menghentikan Messi , mungkin sedikit pelanggaran di luar area.

Juve juga memiliki pengalaman di sektor tengah, dengan Andrea Pirlo, sosok yang memberikan keseimbangan untuk Juventus. Dia bisa sangat berbahaya jika mendapatkan tendangan bebas dekat area, dia mematikan dari jarak tersebut.

Barca telah mengantisipasi kepergian Xavi yang pantas mendapatkan segala tribute , adalah Ivan Rakitic yang menjadi suksesornya, pemain muda bagus dan merupakan bagian penting dalam tim.

Paul Pogba telah menjadi sensasi untuk Juve dan sama sekali tidak mengejutkan seluruh tim besar menginginkannya. Dia adalah pemain yang bisa membuat perbedaan, seperti halnya Messi. Dia kuat secara fisik, sebagaimana terlihat di semi-final di kandang Real Madrid, 89 menit menjelajahi lapangan, bertahan dan menyerang. Dengan kualitas murninya, dia telah menjadi pemain paling impresif di pihak Juventus.

Juve juga memiliki tiga penyerang kuat dalam diri Carloz Tevez, Fernando Llorente dan Alvaro Morata.
Ketiganya dalam kondisi luar biasa, mampu memberikan ancaman bagi pertahanan tim mana saja. Juventus tentunya berbahaya. Mereka tim yang komplet, dengan penyerang-penyerang berkualitas top, pengalaman, dan tambahan kepercayaan diri setelah mengalahkan Real Madrid. Kedua tim mengejar treble dan keduanya jelas pantas berada di final. Ini akan menjadi laga ketat.

Premier League Berakhir, Harry Kane Tetap Sibuk

kaneafpi

Kompetisi Liga Inggris sudah berakhir,namun hal tersebut bukanlah saat yang tepat bagi pemain Tottenham Hotspur ini untuk liburan.Ya, Harry Kane akan menjalani tugas yang sangat sibuk untuk Tottenham maupun tim nasional.

Kane menjadi sensasi di Premier League musim 2014/2015. Pesepakbola berusia 21 tahun itu mencuri perhatian lewat produktivitasnya di atas lapangan. Sepanjang musim, dia mencetak 31 gol untuk Spurs di semua kompetisi.

Setelah memainkan total 53 pertandingan untuk klub dan timnas, Kane tidak bisa langsung bersantai. Hanya sehari setelah Premier League tuntas, Kane langsung terbang ke Malaysia bersama Spurs untuk tur pascamusim. Di sana, Kane ikut bermain melawan Malaysia XI pada 27 Mei lalu dan mencetak dua gol kemenangan Spurs.

Dari Malaysia, Kane kemudian melanjutkan perjalanannya ke Australia. Spurs akan menjalani laga persahabatan melawan Sydney FC pada 30 Mei mendatang menurut kabar agen bola terkini .

Seluruh skuat Spurs kemudian akan menempuh perjalanan sejauh 17.012 km untuk kembali ke London. Kalau pemain yang lain bisa langsung berlibur, tidak demikian dengan Kane. Dia akan bergabung dengan timnas Inggris U-21 yang akan tampil di Piala Eropa U-21 di Republik Ceko mulai 18 Juni.

Jika Inggris bertahan sampai final pada 30 Juni, maka Kane hanya punya waktu kurang dari satu bulan untuk istirahat. Sebab Spurs akan menjalani tur ke Amerika Serikat dan bertanding melawan MLS All-Stars pada 29 Juli.

Setelah terbang 7.710 km dari AS ke London, waktu istirahat untuk Kane juga tidak banyak. Pada tanggal 8 Agustus, atau tepat sepekan setelahnya, Premier League musim 2015/2016 akan kick-off.

Dengan semua perjalanan itu, Kane berarti kurang lebih akan menempuh jarak sejauh 51.355 km atau 1,3 kali keliling dunia. Demikian seperti dikutip dari Sky Sports.

Meski musim panasnya harus dihabiskan dengan tetap bermain bola, Kane tidak masalah. Baginya, itu menjadi salah satu cara untuk menjaga kebugaran.

“Saya cinta sepakbola, saya suka bermain sepakbola da jelas musim ini berlangsung sangat baik, saya hanya ingin terus bermain,” ujar Kane dalam sebuah konferensi pers di Sydney, Australia, Kamis (28/5/2015), seperti dikutip Reuters.

“Memainkan pertandingan-pertandingan ini adalah kesempatan bagus untuk menjaga kebugaran agar tetap tinggi dan menjaga diri saya agar siap untuk turnamen. Saya sangat menantikannya,” katanya.

Chiellini Pastikan Tak Ada Dendam Di Final Liga Champions Antara Dirinya Dengan Suarez

chiellinisuarezi

Bek Juventus Giorgio Chiellini dipastikan untuk bermain di final Liga Champions untuk menjadi benteng pertahanan “Si Nyonya Tua”.Tetapi kini yang menjadi sorotan ialah, dimana dia harus kembali bertemu dengan rival beratnya Luis Suarez yang saat ini menjadi striker Barcelona.

Pertemuan ini dipastikan bukan menjadi pertemuan untuk ajang balas dendam antara Chiellini dengan Suarez.Pria asal Italia ini juga menyebutkan bahwa mereka berdua akan sama sama berjuang untuk tampil menjadi yang terbaik bagi klub yang mereka bela saat ini. Continue reading

Gagal Menang Atas Valencia, Madrid Fokus Ke Juventus

pepemadridi

Tidak berhasil meraih poin penuh, Real Madrid harus berbgai poin bersama Valencia.Di sisi lain ada pertarungan yang lebih penting yaitu lanjutan leg ke 2 Liga Champions melawan Juventus.Sebelumnya pasukan Carlo Ancelotti menelan kekalahan 2 – 1 di Turin, dan demi meloloskan diri ke final maka Cristiano Ronaldo dan kawan kawan harus menang selisih 1 gol dan itu bukanlah perkara yang mudah.

Madrid membuang kesempatan untuk mendekati lagi Barcelona yang sebelum laga El Real kontra Valencia di Santiago Bernabeu, berhasil melebarkan jarak jadi lima angka usai menang 2-0 atas Real Sociedad. judi bola .

Bertindak sebagai tuan rumah, Madrid justru kecolongan dua gol lebih dulu setelah gawang Iker Casillas dibobol Paco Alcacer dan Javi Fuego. Dua gol itu terjadi setelah serangkaian peluang Madrid yang membentur mistar gawang Valencia.

Kesialan Madrid di babak pertama kian lengkap ketika tembakan 12 pas Cristiano Ronaldo digagalkan oleh Diego Alves di masa injury time.

Beruntung di babak kedua mereka mampu menyamakan skor lewat Pepe dan Isco. Sayangnya skor 2-2 itu hanya mampu memangkas selisih poin dengan Barca menjadi empat poin dengan liga menyisakan dua pertandingan lagi.

Kondisi yang tentu tak ideal untuk Madrid yang sempat lama berada di puncak klasemen pada pertengahan musim ini. Namun hasil itu tak mau lama-lama diratapi oleh para pemain Los Blancos karena mereka akan dihadapkan pada laga maha penting melawan Juventus di leg kedua semifinal Liga Champions.

Tertinggal 1-2 di leg pertama, Madrid wajib menang dan kalau perlu dengan skor besar di kandang sendiri, Kamis (14/5) dinihari WIB besok.

“Kami tidak memulai laga dengan baik, tapi kami tampil sangat bagus di babak kedua,” tutur bek Madrid, Pepe, seperti dilansir Football Espana.

“Jika kami bermain baik saat melawan Juve, kami akan bisa mengalahkan mereka. La Liga sulit untuk saat ini, tapi kami tak pernah mau menyerah,” sambung pemain asal Portugal itu.

Real Madrid Waspada Terhadap Counter Attack Juventus

juventusfci

Pertandingan semifinal Liga Champions memang dipimpin oleh tim wakil dari Spanyol.Barcelona dan Real Madrid adalah 2 tim besar yang diunggulkan di Liga Champions kali ini.Sedangkan Italia dan Jerman hanya mengirim masing masing 1 tim yakni Juventus dan Bayern Munchen.

Seperti yang diketahui, Juventus akan berhadapan dengan Real Madrid terlebih dulu.Pemain belakang milik El Real Pepe sangat yakin dengan permainan lawan mereka yaitu Juventus.Pepe meyakini bahwa klub asal Turin itu akan bermain bertahan di kandang mereka sendiri.

Kendati demikian, anak asuh Carlo Ancelotti tidak bisa memandang sebelah mata tim berjuluk Bianconerri ini, karena permainan serangan balik dari Juventus juga dinilai cukup berbahaya dan bisa merepotkan barisan belakang El Real.

Juve sendiri jadi tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit di antara empat peserta semifinal musim ini, yakni hanya lima gol bersarang di gawang mereka. Sementara Madrid juga tak jelek-jelek amat dengan hanya kebobolan enam gol.

Namun, dari sisi ofensif jelas Madrid lebih unggul ketika mereka mencetak 22 gol sementara Juve baru bikin 13 gol atau paling sedikit di antara Madrid, Bayern Munich, atau Barcelona.

Dengan kondisi demikian wajar jika Juve paling tak diunggulkan untuk melaju ke final. Namun tetap saja anak asuh Massimiliano Allegri itu menyimpan kejutan yang bisa setiap saat melukai Madrid sebagai lawan pada leg pertama semifinal Liga Champions, Rabu (6/5) dinihari WIB di Juventus Stadium.

Itu pula yang diwaspadai betul oleh Pepe yang meyakini Juve akan lebih banyak bertahan dan melancarkan serangan balik yang bisa menghukum pertahanan Los Blancos.

“Akan jadi laga yang sangat sulit,” ujar Pepe seperti dilansir Football Italia.

“Mereka bermain dengan gaya khas Italia, bertahan dan menghantam kami lewat serangan balik. Kami sudah bersiap untuk ini, kami sangat siap, dan kami sangat yakin bisa meraih hasil bagus besok,” lanjut bek asal Portugal itu.

Ketika Madrid memasuki semifinal kelima beruntun mereka sementara Juve untuk pertama kalinya mencapai babak ini setelah terakhir di tahun 2003.

Namun status favorit di dua leg semifinal ini tak akan berarti apapun karena semua semifinalis punya peluang sama besarnya melaju ke final, termasuk Juve yang berambisi meraih treble musim ini.

Maka itu Pepe pun memprediksikan bahwa laga akan berjalan dan Madrid tak akan semudah itu melenggang ke final kedua beruntun mereka.Bahkan Pepe menilai peluang Bianconeri untuk lolos ke final sama besarnya dengan Los Blancos.

Madrid akan lebih dulu tandang ke Juventus Stadium, Rabu (6/5) dinihari WIB nanti sebelum gantian menjamu di Santiago Bernabeu pekan depan. Juve pernah menyingkirkan Madrid di semifinal musim 2002/2003 dengan agregat 4-3.